pahlawan nasional
Pemilihan dijalankan dalam empat langkah dan harus mendapatkan
persetujuan pada setiap tingkatan. Sebuah proposal dibuat oleh
masyarakat di kota atau kabupaten
kepada walikota atau bupati, yang kemudian harus membuat permohonan
kepada gubernur di provinsi tersebut. Gubernur kemudian membuat
rekomendasi kepada Kementerian Sosial, yang kemudian diteruskan kepada Presiden, yang diwakili oleh Dewan Gelar;[2]
dewan tersebut terdiri dari dua akademisi, dua orang dari latar
belakang militer, dan tiga orang yang sebelumnya telah menerima sebuah
penghargaan atau gelar.[1]
Pada langkah terakhir, pemilihan dilakukan oleh Presiden, yang diwakili
oleh Dewan, yang menganugerahi gelar tersebut pada sebuah upacara di
ibukota Indonesia Jakarta.[2] Sejak 2000, upacara diselenggarakan setiap Hari Pahlawan pada tanggal 10 November.[3]
156 pria dan 12 wanita telah diangkat sebagai pahlawan nasional, yang paling terbaru adalah Bernard Wilhelm Lapian, Mas Isman, I Gusti Ngurah Made Agung, Ki Bagus Hadikusumo dan Mohammad Yasin pada tahun 2015.[7] Pahlawan-pahlawan tersebut berasal dari seluruh wilayah di kepulauan Indonesia, dari Aceh di bagian barat sampai Papua di bagian timur. Mereka berasal dari berbagai etnis, meliputi pribumi Indonesia, etnis Tionghoa, dan Eurasia. Mereka meliputi perdana menteri, gerilyawan, menteri-menteri pemerintahan, prajurit, bangsawan, jurnalis, Ulama, dan seorang uskup.

Pahlawan Nasional adalah gelar penghargaan tingkat tertinggi di Indonesia.[1Gelar anumerta ini diberikan oleh Pemerintahan Indonesia
atas tindakan yang dianggap heroik – didefinisikan sebagai "perbuatan
nyata yang dapat dikenang dan diteladani sepanjang masa bagi warga
masyarakat lainnya." – atau "berjasa sangat luar biasa bagi kepentingan
bangsa dan negara."[2] Kementerian Sosial Indonesia memberikan tujuh kriteria yang harus dimiliki oleh seorang individu, yakni:[2]

- Warga Negara Indonesia[a] yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya:
- Telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik/ perjuangan dalam bidang lain mencapai/merebut/mempertahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
- Telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.
- Telah menghasilkan karya besar yang mend
- langsung hampir sepanjang hidupnya (tidak sesaat) dan melebihi tugas yang diembannya.atangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia. Pengabdian dan Perjuangan yang dilakukannya ber
- Perjuangan yang dilakukan mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.
- Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi.
- Memiliki akhlak dan moral yang tinggi.
- Tidak menyerah pada lawan/musuh dalam perjuangannya.
- Dalam riwayat hidupnya tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang dapat merusak nilai perjuangannya.
Daftar berikut ini disajikan dalam urutan abjad; karena perbedaan konvensi budaya penamaan, tidak semua entri diurutkan menurut nama belakang. Daftar ini lebih melakukan penyortiran menurut tahun kelahiran, wafat, dan penetapan.



